Prediksi Awal Ramadhan 1434 H

17 06 2013

ramadhananimasi

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) memprediksi awal Ramadhan 1434 Hijriah akan jatuh pada 9 atau 10 Juli 2013, namun NU tetap melakukanrukyatul hilal atau melihat hilal/bulan sabit secara kasat mata.

“Prediksi tanggal 9 Juli atau 10 Juli itu merujuk pada empat kitab dan satu rumus modern yang digunakan ahli hisab di lingkungan NU, namun kami tetap melakukanrukyatul hilal,” kata koordinator Tim Rukyatul Hilal PWNU Jatim, HM Sholeh Hayat, di Surabaya, Ahad.

Menurut dia, waktu ijtimak yang merupakan konjungsi (pertemuan secara astronomis antara rembulan dengan matahari) terjadi pada hari Senin Pon tanggal 8 Juli sekira pukul 14.10 WIB – 14.17 WIB.

“Namun, kitab Sullamun Nayyiren menyebut ijtimak terjadi pada 12.07 WIB, dengan demikian irtifak hilalnya setinggi 02,45 derajat, sedangkan tiga kitab menyebut irtifak masih di bawah ufuk antara 0,16 hingga 0,31 derajat,” katanya.

Ketiga kitab, yakni Nurul Anwar, Irshodul Jadid dan Irshodul Murid menyebut irtifak ketinggian hilalmasih di bawah ufuk antara 0,16-0,31 derajat, sedangkan rumus kontemporer Ephemeris menghitung irtifak hilal juga masih minus 0,32 derajat.

“Jadi, kitab Sullamun Nayyiren dan Irshodul Jadid menyimpulkan 1 Ramadhan pada hari Selasa tanggal 9 Juli, sedang dua kitab dan satu rumus modern menyimpulkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu 10 Juli,” katanya.

Menyikapi hal itu, PWNU Jatim menunggu hasil rapat Badan Hisab dan Rukyat Provinsi Jatim, hasil Rukyatul Hilal pada 8 Juli 2013, dan hasil Isbat Menteri Agama pada hari yang sama.

“Kita tunggu, apakah bulan Syaban diistikmalkan, disempurnakan 30 hari, atau hilal mungkin dirukyat,” katanya.
Baca entri selengkapnya »