PIDATO KETUA UMUM PBNU Pada Hari Lahir Nahdlatul Ulama Ke-85

26 07 2011

 

Bismillahirrahmanirrahiem

Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Salawat serta salam kita sampaikan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,  yang membawa risalah Islam yang memberi petunjuk kepada kita sampai hari ini.

Peringatan Hari Lahir NU ke-85  yang dirayakan hari ini, sebagai ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT. Sekaligus juga merupakan perwujudan dari perjuangan NU selama ini yang telah berhasil muwujudkan komunitas Islam yang taat beragama, memiliki kejujuran tinggi dan ketekunan luar biasa serta memiliki komitmen yang sangat tinggi terhadap bangsa bahkan umat manusia sedunia. Semuanya itu ditempuh dengan sukses karena menggunakan paradigmanya sendiri yaitu mabadi tawassuth, tawazun dan tasamuh, sehingga bisa menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Dengan sikap dan pengorbanannya semacam itu NU tidak pernah berbuat onar apalagi memberontak pada negara dan Pemerintah yang sah.

Baca entri selengkapnya »





Sikap Pragmatis Barat pada Islam

30 03 2011

Angan angan untuk menciptakan kerukunan global, tampaknya akan selalu mendapatkan rintangan. Kini setelah era perang dingin berakhir beberapa dekade yang lalu, bukan berarti kemitraan global dapat segera terwujud. Apa yang oleh para pengamat diramalkan bakal terjadi, menjadi kenyataan.

Setelah perang ideologi dengan kekuatan politik dan militer menjadi panglima kini kekuatan ekonomilah yang akan menjadi panglima. Persaingan ekonomi tersebut juga berbias pada tindakan tindakan politik yang bertujuan untuk menciptakan ketergantungan Negara Negara berkembang pada Barat.

Baca entri selengkapnya »





Hikmah Dalam Bencana

23 03 2011

sumber : mediaanakindonesia.wordpress.com

Oleh : Sisnowandi

Beberapa waktu yang lalu peristiwa bencana alam terbesar dalam dua puluh tahun terakhir yang melanda Jepang, setelah peristiwa sama yang terjadi pada tahun 1993. peristiwa serupa juga pernah terjadi dinegeri ini yang melanda wilayah Aceh dengan korban ratusan ribu orang meninggal dunia, belum termasuk harta benda dan infrastruktur lain yang tak terhitung kerusakannya.

Kalau kita membandingkan setiap bencana yang terjadi didunia ini baik bencana Tsunami, gempa bumi, Banjir bandang, letusan gunung merapi dan yang lainnya, dampak yang ditimbulkan selalu sama yaitu kerugian materil dan imateril bahkan juga nyawa manusia. Tetapi dalam menyikapi dan “cara pandang” masing masing Negara dalam mengatasi suatu bencana berbeda beda, kita ambil contoh peristiwa tsunami yang terjadi di Aceh bebarapa tahun yang lalu dengan yang terjadi di Jepang kemarin kalau dari skala peristiwa, tsunami yang terjadi diJepang lebih besar dan lebih dahsyat dengan kerugian materi yang luar biasa. Tetapi dengan kehilangan korban jiwa yang relative sedikit. Sedangkan tsunami yang melanda Aceh korban yang ditimbulkan mencapai ratusan ribu jiwa. Ini menunjukkan bahwa pemerintah dan rakyat Jepang, (terutama pemerintahnya) sigap, cepat dan tanggap menghadapi musibah, dalam arti mereka tahu apa yang harus segera dilakukan dikala bencana datang sehingga dapat meminimalisir jumlah korban yang ada.

Baca entri selengkapnya »





Perayaan Maulid Nabi dan Kontroversi Ma’na Bid’ah

16 02 2011

 

Peryataan bahwa perayaan maulid Nabi adalah amalan bid’ah adalah peryataan sangat tidak tepat, karena bid’ah adalah sesuatu yang baru atau diada-adakan dalam Islam yang tidak ada landasan sama sekali dari dari Al-Qur’an dan as-Sunah. Adapun maulid  walaupun suatu yang baru di dalam Islam akan tetapi memiliki landasan dari Al-Qur’an dan as-Sunah.

Pada maulid Nabi di dalamya banyak sekali nilai ketaatan, seperti: sikap syukur, membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran, bersodaqoh, mendengarkan mauidhoh hasanah atau menuntut ilmu, mendengarkan kembali sejarah dan keteladanan Nabi, dan membaca sholawat yang kesemuanya telah dimaklumi bersama bahwa hal tersebut sangat dianjurkan oleh agama dan ada dalilnya di dalam Al-Qur’an dan as-Sunah.
Baca entri selengkapnya »





Al-Qur’an: Sumber Utama Inspirasi

4 01 2011
Oleh: Sanie el-Kudusi 

Sebenarnya, semua inspirasi ada dalam Al-Qur’an. Jika Anda belum menemukan di dalamnya berarti Anda belum mengenal atau cukup berinteraksi dengan Al-Qur’an. Membaca hanya sekedar membaca. Titik. Banyak orang yang mencari inspirasi dari sumber yang tidak jelas. Dari orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki kehidupan yang baik, tidak patut menjadi inspirasi.Kita boleh mengambil inspirasi dari mana pun, selama inspirasi tersebut tidak melanggar syariat dan nilai Al-Qur’an. Islam tidak membatasi kita mendapatkan hikmah dari mana pun, selama rujukan utama kita Al-Qur’an dan hadits. Hati-hatilah mengambil inspirasi dari seseorang atau sesuatu yang memungkin kita tergelincir. Sungguh, Al-Qur’an mengandung inspirasi tanpa batas dan global. Jika kita mau tadabur Al-Qur’an secara terus menerus, insya Allah akan banyak inspirasi kita dapatkan.

Cobalah baca dan resapi beberapa ayat di bawah ini (yang artinya):

Baca entri selengkapnya »





NU Mazhab Revisionis

7 06 2010

Oleh: Muhammad Soffa Ihsan

Masih terngiang-ngiang dalam benak saya saat silaturahmi ke rumah KH Said Aqiel Siradj di Ciganjur beberapa tahun silam. Dia bilang,”Ibu saya mengharapkan saya bisa menjadi ketum PBNU. Kalau jabatan menteri agama, ibu saya malah tidak terlalu mendukung.”

Saat itu, memang lagi santer kalau kyai asal Cirebon ini diisukan akan diangkat menjadi menteri agama di jajaran kabinet SBY. Ya, kata-kata tersebut kini telah mewujud. Prof. Dr. KH Said Aqiel Siradj MA telah terpilih menjadi ketua tanfidziyah PBNU bersama Dr KH Sahal Mahfudz sebagai rais am hasil Muktamar NU ke-32 di Makasar yang barusan usai.

Empat belas tahun belajar di Timur Tengah telah mengantarkan sosok Kang Said sebagai salah satu intelektual muslim Indonesia dan tokoh lintas agama. Capaian ini pernah dikomentari Dr. Hidayat Nur Wahid,“Said Aqiel termasuk mahasiswa kutu buku. Semasa di Makkah, ia lebih sering ditemukan di tempat-tempat ilmiah dan sulit menemukannya di forum-forum gerakan/organisasi.” Gus Dur juga pernah melontarkan kata-kata kekaguman,“Dia doktor muda NU yang berfungsi sebagai kamus berjalan dengan disertasi lebih dari 1000 referensi.”

Revisionis Aswaja
Aswaja pada awal sejarahnya dipandang sebagai madzhab, yaitu sebagai aliran Asy’ariyah dalam teologi dan menganut madzhab empat dalam fikih. Seperangkat aturan dan norma yang ada dalam Asy’ariah dan empat madzhab tersebut dijadikan referensi terutama ubudiyah dan cara pandang tata kehidupan warga NU.

Nah, gebrakan awal Kang Said ketika pulang ke tanah air adalah menggulirkan wacana perlunya umat Islam Indonesia melakukan rekonstruksi pemahaman Aswaja. Baginya, hal itu dipandang perlu mengingat selama ini umat Islam Indonesia masih belum mampu mencairkan sekat-sekat pemahaman keislaman. Hebatnya, kritik Aswaja yang dilakukannya dengan pendekatan sejarah Islam ternyata membawa trend tersendiri di kalangan santri. Booming Said Aqiel di pertengahan tahun 1990-an berhasil memaksa komunitas pesantren untuk belajar sejarah Islam. Padahal, selama berabad-abad, pesantren di Indonesia didominasi oleh kajian fikih dan gramatika Arab.
Baca entri selengkapnya »





Posisi Perempuan Menurut Alkitab

5 06 2010

Alkitab menyalahkan perempuan atas dosa yg dilakukan Adam dan Hawa.
“Perempuan (Hawa) yg tergoda iblis utk memakan buah pohon pengetahuan dan menyebabkan laki2 (Adam) ikut memakan buah tsb dan melanggar larangan Tuhan” (Ulangan 3:6)
“Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa”.(I Timotius 2:14)

Dan atas dosanya itu, menurut Al Kitab perempuan pun dikutuk oleh Tuhan.
“Firman-Nya kepada perempuan itu: Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu”. (Ulangan 3:16)

Sungguh kasihan perempuan, susah payahnya melahirkan anak justru dianggap sebagai kutukan Tuhan, bukan pengorbanan, dan birahinya kepada suami juga dianggap sebagai kutukan, bukan kecintaan.

Dan sebagai akibat dari dosanya tsb, perempuan pun ditempatkan di bawah kekuasaan laki2. Perempuan harus TUNDUK KEPADA SUAMI SEPERTI KEPADA TUHAN:

“Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu” (EFESUS 5:22-24)

Dan harkat laki2 dimata Tuhan berada di atas perempuan (I Korinthian 11:3-9)

“Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah”.
“Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.”
“Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.”
“Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya”.
“Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki”.
“Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.”
“Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

Karena itulah perempuan DIWAJIBKAN menutup kepalanya, bukan sebagai tanda kehormatan tapi sebagai tanda harkat mereka yg berada di bawah laki2. Makanya sangat sedikit perempuan nasrani yg mau mengenakan penutup kepala.

Menurut alkitab,  Perempuan………

Baca entri selengkapnya »