Sikap Pragmatis Barat pada Islam

30 03 2011

Angan angan untuk menciptakan kerukunan global, tampaknya akan selalu mendapatkan rintangan. Kini setelah era perang dingin berakhir beberapa dekade yang lalu, bukan berarti kemitraan global dapat segera terwujud. Apa yang oleh para pengamat diramalkan bakal terjadi, menjadi kenyataan.

Setelah perang ideologi dengan kekuatan politik dan militer menjadi panglima kini kekuatan ekonomilah yang akan menjadi panglima. Persaingan ekonomi tersebut juga berbias pada tindakan tindakan politik yang bertujuan untuk menciptakan ketergantungan Negara Negara berkembang pada Barat.

 

Serangan Amerika di Libya

Namun bagi sebagian lain, musuh barat selanjutnya adalah dunia Islam yang mana satu milyar pengikutnya menjadi mayoritas penduduk di 48 negara di dunia, dan sekarang menjadi mayoritas kedua di Jerman dan Perancis, serta menjadi nomor tiga terbesar di Inggris dan Amerika. Hal tersebut merupakan ancaman tersendiri bagi kepentingan Barat.

Sedang beberapa pihak melihat Islam sebagai satu satunya ideologi alternative bagi ideologi Barat yang bisa menerobos batas batas kebangsaan. Ini secara politik dan budaya bertentangan dan menakutkan Barat.

Bagi Barat Islam adalah Ancaman tersendiri bagi hegemonitasnya atas Negara Negara lain. Secara politik sikap pragmatis tersebut melahirkan system politik  Barat yang berwajah ganda (double political standard) terutama dalam system politik luar negeri,.barat selalu berusaha menguasai system perekonomian dunia lewat intervensi intervensi politik, ekonomi social kultural.

Klaim dominasi dan superioritas Barat atas iptek dan jaringan jaringan media masa dan komunikasi merupakan kemenangan tersendiri bagi Barat untuk menancapkan kekuatan hegemoninya.

Jon.L.Esposito, yang di Indonesia lebih dikenal karena kategorisasinya tentang Santri abangan, dan Priyayi. Seorang pakar keIslaman yang oleh beberapa kalangan disebut sebut berada diluar “arus utama” pakar keislaman di Barat, dengan pemikiran netral dan rasional, dalam bukunya Political Islam Beyond Green Menace 1997, mencoba menampilkan jalan tengah dengan mengarungi fitalitas Islam sebagai kekuatan global dan sejarah hubungannya dengan Barat, Esposito menempatkan kekhawatiran Barat yang berlebihan terhadap Islam pada posisi isu ‘tantangan’ bukan ancaman Islam dalam perspektif kritis.

Juga dalam bukunya yang lain Elposito berbicara tentang isu isu yang sama. Dalam bukunya The Islamic threat myth or reality 1992 ia membicarakan beberapa gerakan gerakan Islam di Iran, Irak, Aljazair, Mesir, Libya ( yang saat ini sedang terjadi konflik akibat bias dari situasi politik yang memanas di Timur Tengah) serta Lebanon dan Pakistan dan beberapa yang lain serta beberapa tokoh terkemuka gerakan gerakan Islam tersebut.

Sikap kecurigaan Barat yang berlebihan terhadap Islam adalah bahaya bagi Barat sendiri karena hal itu menambah antipati umat Islam lebih lebih disebagian wilayah Eropa dan Amerika,  Islam semakin berkembang dengan pesatnya.

Islam selama  ini selalu reaktif terhadap apa yang dilakukan Barat itu tidak lain sebagai perlawanan atas sikap Barat sendiri yang dengan segala cara ingin menguasai mengekploitasi dan memanipulasi berbagai potensi yang ada didunia Islam utamanya sumber daya alam,(minyak) kasus di Iran, Irak dan Libya ujung ujungnya selalu minyak karena kita tahu Barat (baca : Amerika) saat ini memang masih sangat tergantung dengan minyak. Sedangkan kita tahu Negara Negara timur tengah notabene adalah penghasil minyak terbesar di dunia saat ini.

Dan serangan Amerika ke Libya akhir akhir ini menunjukkan kebenaran prediksi diatas, bahwa sebenarnya tujuan utama  barat adalah ingin menguasai wilayah timur tengah secara keseluruhan. Setelah Irak lumpuh pasca jatuhnya saddam husein kini giliran Libya yang menjadi sasaran. Dengan dalih melidungi rakyat sipil,  Amerika tidak segan segan menjatuhkan bom nya di Libya.

Akhirnya dapat kita ambil suatu kesimpulan bahwa, sebenarnya siapapun pemimpin Amerika politik mereka sama saja yaitu anti pati pada dunia Islam dan ingin menghancurkan Islam.

Angan angan untuk menciptakan kerukunan global, perdamaian dunia secara menyeluruh tinggallah angan angan, tidak akan pernah terwujud selama dunia Barat ( Amerika cs) tidak mau merubah sikap mereka selama ini pada dunia Islam.*

 

 

 


Aksi

Information

2 responses

31 03 2011
wawan

mengungkap kenyataan bahwa sebenarnya amerika menjajah dunia tanpa kita sadari ,,,,,,,

http://wakuadratn.wordpress.com/

9 04 2011
ringhacker

tak adakah cara untuk mendamaikan kedua peradaban ini? atau memang harus terus bertempur hingga akhir zaman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: