Al-Qur’an: Sumber Utama Inspirasi

4 01 2011
Oleh: Sanie el-Kudusi 

Sebenarnya, semua inspirasi ada dalam Al-Qur’an. Jika Anda belum menemukan di dalamnya berarti Anda belum mengenal atau cukup berinteraksi dengan Al-Qur’an. Membaca hanya sekedar membaca. Titik. Banyak orang yang mencari inspirasi dari sumber yang tidak jelas. Dari orang-orang yang sebenarnya tidak memiliki kehidupan yang baik, tidak patut menjadi inspirasi.Kita boleh mengambil inspirasi dari mana pun, selama inspirasi tersebut tidak melanggar syariat dan nilai Al-Qur’an. Islam tidak membatasi kita mendapatkan hikmah dari mana pun, selama rujukan utama kita Al-Qur’an dan hadits. Hati-hatilah mengambil inspirasi dari seseorang atau sesuatu yang memungkin kita tergelincir. Sungguh, Al-Qur’an mengandung inspirasi tanpa batas dan global. Jika kita mau tadabur Al-Qur’an secara terus menerus, insya Allah akan banyak inspirasi kita dapatkan.

Cobalah baca dan resapi beberapa ayat di bawah ini (yang artinya):

(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (QS Al Anfaal:12)

Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. (QS.Hud:120)

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu. (QS. Muhammad:35)

Dan, tentu masih banyak inspirasi-inspirasi yang bisa kita dapatkan. Ayat yang mana saja? Semua, tidak terkecuali.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 2 disebutkan: Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Dari ayat ini jelas sekali bahwa Al-Qur’an adalah buku petunjuk bagi mereka yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Mari kita mengambil inspirasi dari ayat ini. Qur’an adalah kitab yang berisi petunjuk. Kalau kita bertanya, Petunjuk apa? Jawaban yang tepat adalah petunjuk atas “segalanya” yg dibutuhkan manusia dalam menjalani hidupnya di dunia dan petunjuk untuk menggapai Rahmat Allah swt, dan jalan menuju Allah swt.

Karena Al-Qur’an ini sebagai petunjuk maka marilah kita menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam segala disiplin ilmu. Pada tulisan ini, Anda akan diajak untuk melihat secara umum bagaimana Al Qur’an ini sebagai inspirasi bagi Science, dan bagaimana ilmuwan-ilmuwan muslim pertama seperti ibnu Sina, Ar Razi, Ibnu Khaldun, Al Khawarizmi, dan yang lainnya menjadikan Al Qur’an sebagai sumber inspirasinya inspirasinya dalam mengembangkan science pada masa itu.

Pertama-tama, kita tadaburi surat Yunus ayat 101.

“Katakanlah, Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!” coba perhatikan, Allah memerintahkan kita untuk melakukan observasi dan penelitian terhadap apa-apa yang ada di langit dan di bumi. Namun untuk sampai pada kesimpulan-kesimpulan yang dapat dihimpun menjadi suatu sistem logis atau suatu kesatuan yang rasional yang kita sebut pengetahuan perlu digunakan pertimbangan-pertimbangan akal. Dan Hal ini pun diungkapkan Allah dalam surat An-Nahl ayat 12.

“Dan Dia menundukkan siang dan malam. matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang ditundukkan dengan perintahNya. Sesungguhnya dalam gejala-gejala itu terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang mempergunakan akal.”

Ayat-ayat Allah yang dimaksud dalam ayat ini adalah ayat kauniyah. Ilmu Pengetahuan (science) dan seluruh perilaku alam ini juga disebut sebagai ayat kauniyah Allah. Artinya, hanya dengan mempergunakan akal, kita bisa memahami science. Dan di ayat itu ada ilmu fisika yang sangat tersirat. Subhanallah.

Kemudian, pentingnya penggunaan akal dalam pembentukan science nyata dalam surat Az-Zumar ayat 9 (artinya):

” Katakanlah, (wahai Muhammad). Apakah sama mereka yang berpengetahuan dan mereka yang yang tidak berpengetahuan? Sesungguhnya mereka yang menggunakan akallah yang dapat mengambil pelajaran.”

Masih banyak lagi ayat-ayat dalam al-Qur’an yang memerintahkan kita agar menggunakan akal pemikiran untuk melakukan observasi dan penelitian dalam rangka memahami Science (ayat-ayat kauniyah). Beberapa ayat ini hanya sebagian kecil dari sederaetan ayat-ayat Al Qur’an yang memotivasi ilmuwan muslim pertama semisal Ibnu Sina, Jabir ibnu Khaldun, Ar Razi, Al Khawarizmi dan yang lainnya melakukan observasi dan penelitian terhadap alam. Dan dari hasil observasi dan penelitian mereka memunculkan rumusan-rumusan konsep yang menjadi dasar ilmu pengetahuan modern.

Jadi pantas kota Cordoba dan Toledo di Spanyol dan Baghdad di Irak menjadi pusat peradaban Ilmu pengetahuan pada masanya, karena dikota-kota itulah Al-Qur’an dan hadist dijadikan sumber inspirasi science dan pusat-pusat observasi dan penelitian dibangun. Kalau kita kaji lebih dalam biografi tokoh-tokoh ilmuwan pada saat itu maka kita dapati mereka adalah orang-orang yang banyak menguasai Al Qur’an. Ibnu Sina misalnya, ia telah menghafal Al Qur’an pada usia 10 Tahun. Ma Sya’allah Kana.

Sekarang ini kita umat muslim ketinggalan jauh dibelakang Barat dalam mengembangkan science. Padahal Al Qur’an sebagai Petunjuk dan sumber Inspirasi Science ada di tangan kita. Kita hanya bisa mengklaim dibelakang kalau seluruh ilmu telah dijelaskan dalam Al Qur’an jauh sebelum ilmu itu di temukan. Coba anda perhatikan, saat seorang ilmuwan dalam penelitiannya menemukan kenyataan bahwa Gunung itu berjalan dan tiap tahun mengalami pergeseran beberapa centimeter. Apa yang dilakukan umat Islam? Paling tidak anda akan mendengar komentar mereka begini. “Subhanallah, Gunung berjalan sebenarnya telah dijelaskan dalam Al Qur’an 14 abad yang lalu sebelum penelitian itu Hasil penelitian ini membuktikan kebenaran Al Qur’an sebagai Wahyu Allah.” Bahkan mereka menyebutkan ayatnya itu memperkuat klaimnya. Sementara mereka tidak berbuat apa-apa terhadap kemajuan sains. Kenapa bukan kita yang melakukan penelitian dan menemukan ayat-ayat kauniyah itu? Kenapa bukan kita yang terdepan dalam pengambangan sains? Paling tidak ada dua sebab kenapa kita tertinggal dalam pengembangan sains dibanding Barat.

Pertama, Umat Islam saat ini terlalu mempersempit kajian terhadap Al Qur’an hanya sebatas pada kajian Ruhiyah saja. Hampir seluruh ayat dalam Al Qur’an di pahami pada ranah Ruhiyah. Kalaupun ada kajian keilmuannya masih sangat sedikit. Masih terbatas pada ekonomi, Hukum, politik dan pemerintahan. Masih banyak ayat-ayat sains dalam al Qur’an yang belum terungkap.

Kedua, kita umat islam teruatama intelektual muslim di Indonesia masih kurang semangat dalam melakukan observasi. Kita pinginnya cepat lulus, cepat dapat kerja dan hidup enak. Sangat jauh bila kita bandingkan dengan Barat. Disana sangat mendukung upaya observasi demi pengembangan ilmu pengetahuan.

Saatnya bagi kita sekarang untuk memperluas kajian terhadap Al Qur’an. Menjadikannya sebagai sumber inspirasi. Mari kita mempelajari Al-Qur’an dan Hadits dengan baik, bukan sekedar sebagai materi pelajaran (Mapel) belaka, tapi lebih dari itu, yaitu sebagai sumber nilai dan sumber dari segala sumber. Yang demikian ini di masa mendatang, Al-Qur’an benar-benar menghunjam kedalam diri kita, sehingga perikehidupan kita terinspirasi oleh Al-Qur’an mulia. Semoga, Amin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: