Keutamaan Bulan Sa’ban

29 07 2010


Didalam hadits Nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda : “Telah datang kepadaku Malaikat Jibril pada malam Nisfu ( pertengahan ) Sa’ban, ia berkata : Wahai Muhammad ! malam ini telah dibuka pintu langit dan pintu rahmat. Berdirilah dan tegakkan sholat, angkat kepala dan kedua tanganmu kelangit (berdo’a). Aku bertanya : Wahai Jibril, malam apa ini? Jibril Menjawab: malam ini telah dibuka tiga ratus pintu rahmat, Allah SWT akan mengampuni dosa semua orang yang tidak musyrik, kecuali ahli sihir,atau tukang ramal, orang yang senang bermusuhan, suka minum minuman keras,pezina, pemakan riba’ berani kepada kedua orang tua, tukang fitnah, dan orang yang memutus tali silaturahim dengan saudaranya. Semuanya tidak akan diampuni kecuali bertaubat dan meninggalkan perbuatan tersebut.

Hadits diatas merupakan landasan bagi umat Islam di Indonesia, khususnya kaum nahdliyin untuk melaksanakan kegiatan tahunan, dimana di dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan pada pertengahan bulan Sa’ban diadakan kegiatan Do’a bersama di setiap Masjid dan mushalla dengan memperbanyak sholat malam, bacaan dzikir, tahlil dan sebagainya. Disamping itu kegiatan yang sudah lazim dilaksanakan ditengah masyarakat kita, pada tanggal 15 sa’ban diadakan malam Nisfu Sa’ban yang mana setelah sholat berjamaah maghrib dilanjutkan membaca al quran surah Yasin sebanyak tiga kali. pada bacaan surah yasin pertama dilanjutkan dengan berdo’a memohon kepada Allah SWT agar diberi umur panjang yang bermanfaat dan barokah. Kemudian dilanjutkan dengan bacaan surah yasin yang kedua, memohon kepada Allah SWT, agar diberi rizqi yang halal dan barokah. Dan bacaan surah yasin yang ketiga memohon kepada Allah SWT diberi umur panjang yang yang manfaat, barokah serta wafat dalam keadaan husnul khotimah.

Itulah kegiatan pada bulan sa’ban, yang mana para ulama didalam menerjemahkan hadits tersebut diatas dengan mengemas kegiatan ritual keagamaan yang sedemikian rupa tanpa melupakan tujuan pokok di dalam beribadah yaitu hanya menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah SWT semata, serta dengan memperbanyak amalan amalan ibadah sehingga tidak sampai terjerumus kepada hal hal yang bersifat syirik dam menyekutukan Allah SWT. Seperti kita tahu banyak saudara saudara kita muslim didalam melaksanakan kegiatan Nisfu sa’ban ataupun kegiatan keagamaan yang lain, terkadang terlalu berlebihan sehingga tidak sesuai dengan apa yang telah di gariskan dan diajarkan para ulama kita.*


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: