TAHLILAN

17 06 2010

Pada hakikatnya majelis tahlil atau tahlilan adalah hanya nama atau sebutan untuk

sebuah acara di dalam berdzikir dan berdoa atau bermunajat bersama. Yaitu

berkumpulnya sejumlah orang untuk berdoa atau bermunajat kepada Allah SWT

dengan cara membaca kalimat-kalimat thayyibah seperti tahmid, takbir, tahlil, tasbih,

Asma’ul husna, shalawat dan lain-lain.

Maka sangat jelas bahwa majelis tahlil sama dengan majelis dzikir, hanya istilah atau

namanya saja yang berbeda namun hakikatnya sama. (Tahlil artinya adalah lafadh Laa

ilaaha illallah) Lalu bagaimana hukumnya mengadakan acara tahlilan atau dzikir dan

berdoa bersama yang berkaitan dengan acara kematian untuk mendoakan dan

memberikan hadiah pahala kepada orang yang telah meninggal dunia ? Dan apakah

hal itu bermanfaat atau tersampaikan bagi si mayyit ?

Menghadiahkan Fatihah, atau Yaasiin, atau dzikir, Tahlil, atau shadaqah, atau Qadha

puasanya dan lain lain, itu semua sampai kepada Mayyit, dengan Nash yang Jelas

dalam Shahih Muslim hadits no.1149, bahwa “seorang wanita bersedekah untuk

Ibunya yang telah wafat dan diperbolehkan oleh Rasul saw”, dan ada pula riwayat

Shahih Bukhari dan Muslim bahwa “seorang sahabat menghajikan untuk Ibunya

yang telah wafat”, dan Rasulullah SAW pun menghadiahkan Sembelihan Beliau SAW

saat Idul Adha untuk dirinya dan untuk ummatnya, “Wahai Allah terimalah sembelihan

ini dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari Ummat Muhammad”

(Shahih Muslim hadits no.1967).

Dan hal ini (pengiriman amal untuk mayyit itu sampai kepada mayyit) merupakan

Jumhur (kesepakatan) Ulama seluruh madzhab dan tak ada yang memungkirinya

apalagi mengharamkannya, dan perselisihan pendapat hanya terdapat pada madzhab

Imam Syafi’i, bila si pembaca tak mengucapkan lafadz : “Kuhadiahkan”, atau wahai

Allah kuhadiahkan sedekah ini, atau dzikir ini, atau ayat ini..”, bila hal ini tidak

disebutkan maka sebagian Ulama Syafi’i mengatakan pahalanya tak sampai.

Jadi tak satupun ulama ikhtilaf dalam sampai atau tidaknya pengiriman amal untuk

mayiit, tapi berikhtilaf adalah pada Lafadznya. Demikian pula Ibn Taimiyyah yang

menyebutkan 21 hujjah (dua puluh satu dalil) tentang Intifa’ min `amalilghair

(mendapat manfaat dari amal selainnya).

Mengenai ayat : “DAN TIADALAH BAGI SESEORANG KECUALI

APA YG DIPERBUATNYA,

maka Ibn Abbas ra menyatakan bahwa ayat ini

telah mansukh dengan ayat “DAN ORANG ORANG YG BERIMAN

YG DIIKUTI KETURUNAN MEREKA DENGAN KEIMANAN”,

Mengenai hadits yang mengatakan bahwa bila wafat keturunan adam, maka

terputuslah amalnya terkecuali 3 (tiga), shadaqah Jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan

anaknya yang berdoa untuknya, maka orang orang lain yang mengirim amal, dzikir dll

untuknya ini jelas jelas bukanlah amal perbuatan si mayyit, karena Rasulullah SAW

menjelaskan terputusnya amal si mayyit, bukan amal orang lain yang dihadiahkan

untuk si mayyit, dan juga sebagai hujjah bahwa Allah memerintahkan di dalam Al

Qur’an untuk mendoakan orang yang telah wafat :

“WAHAI TUHAN KAMI AMPUNILAH DOSA-DOSA KAMI DAN

BAGI SAUDARA-SAUDARA KAMI YG MENDAHULUI KAMI

DALAM KEIMANAN”, (QS Al Hasyr-10).

Mengenai rangkuman tahlilan itu, tak satupun Ulama dan Imam Imam yang

memungkirinya, siapa pula yang memungkiri muslimin berkumpul dan berdzikir?,

hanya syaitan yang tak suka dengan dzikir.

Didalam acara Tahlil itu terdapat ucapan Laa ilaah illallah, tasbih, shalawat, ayat

qur’an, dirangkai sedemikian rupa dalam satu paket dengan tujuan agar semua orang

awam bisa mengikutinya dengan mudah, ini sama saja dengan merangkum Al Qur’an

dalam disket atau CD, lalu ditambah pula bila ingin ayat Fulani, silahkan Klik awal ayat,

bila anda ingin ayat azab, klik a, ayat rahmat klik b, maka ini semua dibuat buat untuk

mempermudah muslimin terutama yang awam. Atau dikumpulkannya hadits Bukhari,

Muslim, dan Kutubussittah, Alqur’an dengan Tafsir Baghawi, Jalalain dan Ilmu

Musthalah, Nahwu dll, dalam sebuah CD atau disket, atau sekumpulan kitab, bila

mereka melarangnya maka mana dalilnya ?,

Munculkan satu dalil yang mengharamkan acara Tahlil?, (acara berkumpulnya

muslimin untuk mendoakan yang wafat) tidak di Al Qur’an, tidak pula di Hadits, tidak

pula di Qaul Sahabat, tidak pula di kalam Imamulmadzahib, hanya mereka saja yang

mengada ada dari kesempitan pemahamannya.

Mengenai 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari, atau bahkan tiap hari,

tak ada dalil yang melarangnya, itu adalah Bid’ah hasanah yang sudah diperbolehkan oleh

Rasulullah saw, justru kita perlu bertanya, ajaran muslimkah mereka yang melarang

orang mengucapkan Laa ilaaha illallah?, siapa yang alergi dengan suara Laa ilaaha

illallah kalau bukan syaitan dan pengikutnya ?, siapa yang membatasi orang

mengucapkan Laa ilaaha illallah?, muslimkah?, semoga Allah memberi hidayah pada

muslimin, tak ada larangan untuk menyebut Laa ilaaha illallah, tak pula ada larangan

untuk melarang yang berdzikir pada hari ke 40, hari ke 100 atau kapanpun, pelarangan

atas hal ini adalah kemungkaran yang nyata.

Bila hal ini dikatakan merupakan adat orang hindu, maka bagaimana dengan

computer, handphone, mikrofon, dan lainnya yang merupakan adat orang kafir, bahkan mimbar yang ada di masjid masjid pun adalah adat istiadat gereja, namun selama hal itu bermanfaat dan tak melanggar syariah maka boleh boleh saja mengikutinya, sebagaimana Rasul saw meniru adat yahudi yang berpuasa pada hari 10 muharram, bahwa Rasul saw menemukan orang yahudi puasa dihari 10 muharram karena mereka tasyakkur atas selamatnya Musa as, dan Rasul saw bersabda : Kami lebih berhak dari kalian atas Musa as, lalu beliau saw memerintahkan muslimin agar berpuasa pula” (HR Shahih Bukhari hadits no.3726, 3727).

Sebagaimana pula diriwayatkan bahwa Imam Masjid Quba di zaman Nabi saw, selalu

membaca surat Al Ikhlas pada setiap kali membaca fatihah, maka setelah fatihah maka ia membaca AL Ikhlas, lalu surat lainnya, dan ia tak mau meninggalkan surat al ikhlas setiap rakaatnya, ia jadikan Al Ikhlas sama dengan Fatihah hingga selalu

berdampingan disetiap rakaat, maka orang mengadukannya pada Rasul saw, dan ia

ditanya oleh Rasul saw : Mengapa kau melakukan hal itu?, maka ia menjawab : Aku

mencintai surat Al Ikhlas. Maka Rasul saw bersabda : Cintamu pada surat Al ikhlas

akan membuatmu masuk sorga” (Shahih Bukhari).

Maka tentunya orang itu tak melakukan hal tsb dari ajaran Rasul saw, ia membuat

buatnya sendiri karena cintanya pada surat Al Ikhlas, maka Rasul saw tak

melarangnya bahkan memujinya.

Kita bisa melihat bagaimana para Huffadh (Huffadh adalah Jamak dari Al hafidh, yaitu ahli hadits yang telah hafal 100.000 hadits (seratus ribu) hadits berikut sanad dan hukum matannya) dan para Imam imam mengirim hadiah pada Rasul saw : Berkata Imam Alhafidh Al Muhaddits Ali bin Almuwaffiq rahimahullah : “aku 60 kali melaksanakan haji dengan berjalan kaki, dan kuhadiahkan pahala dari itu 30 haji untuk Rasulullah saw”.

Berkata Al Imam Alhafidh Al Muhaddits Abul Abbas Muhammad bin Ishaq

Atssaqafiy Assiraaj : “aku mengikuti Ali bin Almuwaffiq, aku lakukan 7X haji yang

pahalanya untuk Rasulullah saw dan aku menyembelih Qurban 12.000 ekor untuk

Rasulullah saw, dan aku khatamkan 12.000 kali khatam Alqur’an untuk Rasulullah saw, dan kujadikan seluruh amalku untuk Rasulullah saw”.

Ia adalah murid dari Imam Bukhari rahimahullah, dan ia menyimpan 70 ribu

masalah yang dijawab oleh Imam Malik, beliau lahir pada 218 H dan wafat pada

313H

Berkata Al Imam Al Hafidh Abu Ishaq Almuzakkiy, aku mengikuti Abul Abbas dan

aku haji pula 7X untuk rasulullah saw, dan aku mengkhatamkan Alqur’an 700 kali

khatam untuk Rasulullah saw. (Tarikh Baghdad Juz 12 hal 111).

Walillahittaufiq

Sumber : http://www.majelisrasulullah.org


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: