Nahdlatul Ulama Dan Kehidupan Berbangsa

25 02 2010


Sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari keseluruhan bangsa Indonesia, NU senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan nasional bangsa. Secara sadar mengambil posisi yang aktif dalam proses perjuangan mencapai dan mempertahankan kemerdekaan serta aktif dalam penyusunan UUD 1945 dan perumusan Panca Sila sebagai dasar Negara.

Keberadaan NU yang senantiasa menyatukan diri dengan perjuangan bangsa menempatkan NU dan segenap warganya untuk senantiasa aktif mengambil bagian dalam pembangunan Bangsa untuk menuju masyarakat adil dan makmur yang diridlai ALLAH SWT karenanya warga NU harus menjadi warga Negara yang senantiasa menjunjung tinggi pancasila dan UUD 1945.

Baca entri selengkapnya »





Ikhtiar Ikhtiar Yang Dilakukan Oleh NU

22 02 2010

Sejak berdirinya NU memilih bidang utama kegiatannya sebagai ikhtiar mewujudkan cita cita dan tujuan berdirinya, baik tujuan yang berupa keagamaan maupun kemasyarakatan.

Ikhtiar ikhtiar tersebut adalah :

Peningkatan silaturahmi/komunikasi antar Ulama. Dalam statuuten No 1926 di sebutkan :

Mengadakan perhoeboengan antara oelama oelama bermadzhab.

Peningkatan di bidang keilmuan /pengkajian /pendidikan :

Memeriksa kitab kitab sebeloemnya dipakai oetoek mengajar soepaya diketahoei apakah itoe daripada kitab kitab ahloessoennah wal jamaahataoe kitab kitab bid’ah

Peningkatan kegiatan penyiaran Islam pembangunan sarana sarana peribadatan dan pelayanan sosial disebutkan :

Baca entri selengkapnya »





Sikap Kemasyarakatan NU

22 02 2010

Dasar dasar pendirian keagamaan NU menumbuhkan sikap kemasyarakatan yang bercirikan pada :

  1. Sikap tawasuth dan I’tidal
  2. Sikap tasamuh
  3. Sikap tawazun

Sikap tawasuth dan I’tidal berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah tengah kehidupan bersama. NU dengan sikap dasar ini akan selalu menjadi kelompok panutan yang bersikap dan bertindak lurus dan selalu bersifat membangun serta menghindari segala bentuk pendekatan yang bersifat tatharruf (ekstrim).

Baca entri selengkapnya »





Dasar Dasar Faham Keagamaan NU

19 02 2010

Nu mendasarkan faham keagamaan kepada sumber ajaran Islam Alquran, Al Hadits, Al Ijma’ dan Al Qiyas dalam memahami dan menafsirkan Islam dari sumbernya tersebut, NU mengikuti Faham Ahlusunnah Wal Jamaah dengan menggunakan jalan pendekatan (Al Madzhab) di bidang Aqidah NU mengikuti ajaran yang dipelopori oleh Imam Abu Mansur Al Maturidi, dibidang fiqih NU mengikuti jalan pendekatan salah satu dariMuhammad bin Idris Assyafii dan Imam Ahmad bin Hambal, dibidang tassawuf NU mengikuti antara lain Imam Junaidi Al bagdadi dan Imam Al ghazali serta Imam imam yang lain.

Baca entri selengkapnya »





Mukaddimah

19 02 2010

Nahdlatul Ulama adalah Jam’iyah Diniyah (organisasi Keagamaan) wadah bagi para Ulama dan pengikutnya yang didirikan pada 16 Rajab 1344 H / 31 Januari 1926 M di Surabaya. NU didirikan atas dasar kesadaran bahwa setiap manusia hanya dapat memenuhi kebutuhannya, bila hidup bermasyarakat.

NU didirikan dengan tujuan memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islamyang berhaluan Ahlusunnah Al Jamaah dengan menganut salah satu dari empat madzhab Maliki, Hambali, Hanafi, Syafii, serta mempersatukan langkah Ulama’ dan pengikutnya dan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan umat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkatdan martabat manusia.

Dengan demikian maka NU menjadi gerakan keagamaan yang bertujuan ikut membangun insane dan masyarakat yang bertaqwa kepada ALLAHSWT, cerdas, terampil, berakhlaq mulia, tenteram, adil dan sejahtera. NU mewujudkan cita cita dan tujuannya melalui serangkaian ikhtiar yang di dasari oleh dasar dasar faham keagamaan yang membentuk kepribadian khas NU. Inlah yang kemudian disebut sebagai khittah Nahdlatul Ulama.

Baca entri selengkapnya »








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.